Senin, 21 November 2011

KALIMAT


A.    Definisi kalimat
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Dengan demikian kalimat dapat disimpulkan sebagai satuan gramatik yang tidak berkonstruksi lagi dengan bentuk lain, dengan ditandai adanya intonasi final.
Intonasi final yang dimaksuk adalah tanda titik, tanda tanya, tanda seru,hal ini yang membedakan kalimat dengan klausa.
B.    Jabatan dan Pola Kalimat
Kalimat terdiri atas beberapa kata atau frasa. Setiap bentuk kata atau frasa tersebut mempunyai fungsi sintaksis tertentu. Suatu bentuk kata yang tergolong dalam kategori tertentu dapat mempunyai fungsi sintaksis yang berbeda dalam kalimat. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat memperhatikan contoh kalimat di bawah ini!
  1. Ali sedang belajar..
  2. Nama anak itu Ali.
  3. Ibu memanggil Ali
  4. Ayah membeli buku untuk Ali.
Kata Ali  dalam   keempat   kalimat   tersebut   tergolong   nomina  (kata benda).   Kata   tersebut   dapat   menduduki   fungsi   Subjek   pada   kalimat   1, Predikat   pada   kalimat   2,   Objek   pada   kalimat   3,   dan   Pelengkap   pada kalimat 4.
Suatu kalimat minimal terdiri atas unsur predikat dan unsur subjek. Kedua unsur kalimat tersebut merupakan unsur yang kehadirannya selalu wajib. Di samping kedua unsur tersebut, dalam suatu kalimat kadang-kadang   ada   kata   atau   kelompok   kata   yang   dapat   dihilangkan   tanpa mempengaruhi status bagian yang tersisa sebagai kalimat, tetapi ada pula yang tidak.
Ciri umum tiap-tiap fungsi sintaksis sebagai berikut.
  1. Fungsi Predikat. Pada kalimat berpola S–P, predikat dapat berupa frasa nominal, frasa numeral, atau frasa preposisional, frasa verbal, dan frasa adjektival.
  2. Fungsi Subjek. Subjek merupakan fungsi sintaksis terpenting setelah predikat. Pada umumnya   subjek   berupa   nomina,   frasa   nominal,   frasa   verba,   atau  klausa.
  3. Fungsi Objek. Objek biasanya berupa nomina atau frasa nominal.
  4. Fungsi Pelengkap. Pelengkap kadang-kadang sering dicampuradukkan pengertiannya dengan objek. Salah satu yang membedakan objek dengan pelengkap adalah pelengkap tidak dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif.
  5. Fungsi Keterangan  Keterangan   merupakan   fungsi   sintaksis   yang   paling   beragam   dan paling mudah berpindah letaknya. Keterangan dapat terletak di awal, akhir,   dan   bahkan   di   tengah.   Ada   bermacam-macam   keterangan, misalnya keterangan tempat, waktu, alat, dan tujuan.
C.    Jenis Kalimat jenis kalimat secara umum dapat dibedakan antara lain sebagai berikut:
1.    Kalimat Berita (deklaratif)
Kalimat yang intonasinya mengandung intonasi deklaratifdan dari segi arti mengandung pernyataan atau memberitahukan sesuatu.
2.    Kalimat Perintah.
Kalimat yang intonasinya imperatif dan dari segi arti mengandung perintah, permintaan, atau larangan. Dari segi ejaan, pada akhirnya diberi tanda seru (!).
3.    Kalimat Tanya.
Kalimat dengan intonasi interogatif dan dari segi arti mengandung pertanyaan. Dari segi ejaan pada akhirnya diberi tanda tanya (?)
4.    Kalimat Ellips.
Kalimat yang tidak lengkap unsur-unsurnya, tetapi lengkap artinya. Sebagian dari unsur kalimat itu, mungkin subjek, predikat, atau keterangannya tidak diucapkan lagi karena telah dianggap diketahui.
5.    Kalimat Ekuatif.
Kalimat yang predikatnya kata benda (nominal) dan sering juga disebut kalimat persamaan dan terdiri atas S dan P. Pada umumnya, frasa nominal yang pertama adalah subjek dan yang kedua adalah predikat.
Contoh:
Dia itu pengarang.
Dia itulah pengarang.
Dia pada kalimat pertama adalah subjek, sedangkan pada kalimat kedua karena memakai partikel-lah, menjadi predikat.
6.    Kalimat Emfatik. Kalimat yang memberikan penegasan khusus kepada subjek dengan menambahkan partikel -lah atau menambahkan kata penghubung yang di belakangnya.
Contoh:
a.    Mereka bertanya tentang hal itu.
b.    Jadi, merekalah yang bertanya tentang hal itu.
Dengan demikian, mereka yang menjadi S pada kalimat a dan menjadi P pada kalimat b.
7.    Kalimat Statif
Kalimat yang predikatnya adjektif dan selalu memanfaatkan kata-kata verbal adalah dan ialah untuk memisahkan S dari P-nya.
Contoh:
Segala yang dikatakannya itu adalah bohong.
Kesediaannya untuk turut bersama adalah pura-pura belaka.
Bergotong royong membersihkan kampung adalah hal yang biasa di sini.
8.    Kalimat Bersusun (majemuk)
Kalimat yang mengandung dua klausa atau lebih, baik keduanya itu setara, atau sebuah klausa inti (induk) dan yang lainnya klausa bawahan (subklausa).
Contoh:
Adik membaca dan saya menulis
  k. inti                    k. inti
waktu adik membaca saya menulis
  k. bawahan            k. inti
Adik membaca waktu saya menulis
  k. inti                              k. bawahan
9.    Kalimat Minim
Kalimat yang tidak dapat dipecahkan lagi atas bagian-bagian yang lebih kecil lagi.
Contoh:
Diam!
Yang mana?
Pergi!
Sesudah jam tujuh.
Mana?
Kemarin pagi.
10. Kalimat Panjang
Kalimat yang dapat dipecahkan lagi atas kontur-kontur yang lebih kecil. Kontur adalah ujaran yang diapit oleh kedua kesenyapan.
Kami berangkat Mereka baru pergi.
Guru sedang menulis Siswa membaca.
Kami, berangkat, mereka, baru pergi, guru, sedang menulis, siswa, dan membaca adalah kontur yang lebih kecil.
11. Kalimat Tunggal
Kalimat yang hanya terjadi dari sebuah klausa saja.
Contoh:
Kami membaca. Dia menulis.
Guru sedang menerangkan pelajaran.
Ibu sedang memasak di dapur.
12. Kalimat Minor
Kalimat yang hanya mengandung satu unsur pusat saja. Beda dengan kalimat minim, pada kalimat minor ini tinjauan dilakukan atas inti kalimat itu, yang menurut biasanya terdiri atas sekurang-kurangnya dua, yaitu subjek dan predikat. Jika cuma satu intinya maka kalimat itu kalimat minim. Mereka sudah datang? Baru berangkat Apa kabar? Jangan khawatir.
13. Kalimat Mayor
Kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur pusat, yaitu subjek dan predikat.
Mereka sudah datang.
Dia baru berangkat.
Apa kabar kau, Aman?
Kamu jangan khawatir.
14. Kalimat Nominal
Kalimat yang predikatnya terdiri atas kata-kata selain kata kerja.
Contoh:
Buku itu tebal. (kata sifat)
Harimau itu binatang. (kata benda)
Saya di rumah. (kata depan + kata benda)
15. Kalimat Terbelah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar